SEKILAS INFO
  • 10 bulan yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang
WAKTU :

Profil Masjid Ainul Yaqin UNISMA

Pada masa klasik Islam, masjid mempunyai fungsi yang jauh lebih besar dan bervariasi dibandingkan fungsinya yang sekarang. Disamping sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi pusat kegiatan sosial dan politik umat Islam. Lebih dari itu, masjid adalah lembaga pendidikan semenjak masa paling awal Islam. Masjid pula yang menjadi pilar utama pembangunan peradaban pada suatu negeri. Inilah yang dicontohkan Rasulullah ketika pertama kali beliau menginjakan kakinya di Madinah, sehingga motivasi inilah membawa pengurus takmir unisma berjuang sekuat tenaga mengembangkan dan mengembalikan fungsi masjid sebagai peribadatan dan peradaban.

Proses pendidikan Islam di UNISMA yang berlangsung di Masjid Ainul Yaqin sangat dirasakan oleh para mahasiswa dan masyarakat , maka tidak mengherankan apabila mereka menaruh harapan besar kepada masjid sebagai tempat yang bisa membangun masyarakat muslim yang lebih baik. Mulanya Masjid Ainul Yaqin UNISMA mampu menampung kegiatan pendidikan yang diperlukan masyarakat. namun karena terbatasnya tempat, masjid tidak dapat menampung animo mahasiswa dan masyarakat yang ingin beribadah dan kajian dakwah. Maka dilakukanlah pengembangan-pengembangan hingga berdirilah Pondok Pesantren Ainul Yaqin.

Pondok Pesantren Ainul Yaqin ini tidak bisa dipisahkan dari masjid, karena masjid menjadi bagian yang pokok yang menghidupkan pondok pesantren. Pada umumnya dimana ada pondok pesantren pasti didalamnya terdapat masjid. Masjidlah yang tetap memberikan nuansa religius/ruh bagi kelangsungan pondok pesantren.

Di lain pihak, Sistem pendidikan Agama Islam mengalami perubahan seiring dengan perubahan zaman dan pergeseran kekuasan di Indonesia. Pada zaman kekuasaan kolonial, tidak cukup kesempatan-kesempatan bagi perkembangnya sebuah sistem pendidikan Islam. Pada zaman itu lembaga-lembaga dan simbol pendidikan Islam terbatas pada langgar, masjid, pondok pesantren dan madrasah saja. Hanya inilah sebagai sarana sistem pendidikan yang dikenalkan oleh pemerintah kolonial, yang bersifat formal dan sistematis. Akibatnya banyak model-model pendidikan tersebut mengalami penyempitan dan penyusutan, atau ada pula yang berubah menyesuaikan dan menyempurnakan sistem yang berlaku.

Walaupun demikian, pengembangan pendidikan Islam di masjid yang bersifat nonformal, seperti di surau, langgar dan masjid tetap berjalan sampai sekarang. Karena sebenarnya, timbulnya pendidikan formal dalam bentuk sekolah-sekolah di dunia Islam, termasuk di Indonesia adalah pengembangan semata-mata dari sistem pengajaran dan pendidikan yang berlangsung di masjid-masjid, yang didalamnya dilengkapi dengan sarana-sarana untuk memperlancar pendidikan dan pengajaran.

Kemudian kenyataan membuktikan, bahwa tujuan pendidikan memang tidak mungkin dapat dicapai sepenuhnya dengan melalui berbagai kegiatan di Universitas dan pendidikan informal di lingkungan keluaraga. Akan tetapi sebagian tujuan pendidikan itu dapat dipenuhi dengan berbagai bentuk kegiatan pendidikan nonformal. Bagi masyarakat Indoneisa umumnya dan terutama di daerah pedesaan, ternyata pendidikan nonformal mampu menyediakan kondisi yang sangat baik dalam menunjang keberhasilan pendidikan Islam dan memberi motivasi yang kuat bagi umat Islam untuk menyelenggarakan pendidikan agama yang lebih baik dan sempurna. Lingkungan masjid yang kemudian berkembang menjadi ponsok pesantren, dilengkapi dengan madrasah, merupakan lembaga pendidikan yang menjelma menjadi pusat pendidikan yang sangat penting di Indonesia, Alibi inilah menjadi dasar masjid kampus ainul yaqin UNISMA hadir menjawab kebutuhan dan tantangan masyarakat semuanya.

Maka untuk Menyonsong tahun Akademik 2018-2019 dan berdatangannya para mahasiswa baru Universitas Islam Malang, Takmir Masjid Ainul Yaqin  selalu melakukan penataan yang lebih terorganisasi pada manajemen pengelolaan masjid. Hal ini juga dilakukan sebagai bentuk respon positif terhadap apa yang telah dicanangkan Bapak Rektor UNISMA Prof. Dr. H Maskuri Bakri, M.Si. yang ingin menjadikan Masjid Ainul yaqin sebagai salah satu kawah candra dimuka/icon Unisma. Masjid Kampus Ainul Yaqin ingin dijadikan sebagai pusat peradaban dan pusat kajian oleh karena itu, para takmir masjid Ainul Yaqin melakukan studi banding kebeberapa masjid yang memiliki karaktristik yang sama dengan Masjid Ainul Yaqin yaitu masjid kampus dan masyarakat.

Menelaah posisi masjid dan peta dakwah Masjid Ainul Yaqin Unisma yang sangat strategis didaerah perkotaan dengan komunitas lingkungan kampus serta masyarakat dan ditunjang lingkungan pesantren kampus yang memberikan warna khas tersendiri bagi Masjid Kampus Ainul Yaqin yang ingin selalu membangun sinergi dengan pengurus pesantren, dan Kabag Keagamaan UNISMA dalam mewujudkan program-progam Masjid Ainul Yaqin yang lebih baik, bisa terukur, terstruktur dan terarah sesuai visi dan misi UNISMA sehingga kami bisa bersanding, bersaing dan bertanding dengan masjid-masjid kampus di Indonesia.

Perlu diketahui bahwa Masjid Ainul Yaqin adalah masjid kampus yang memiliki jama’ah dari elemen mahasiswa, dosen dan masyarakat sekitar. Manajemen yang sangat baik adalah prioritas kami dengan semboyan masjid yang mampu mengembalikan kerinduan para jammah kepada masjid seperti masa hidupnya Rasulullah SAW, ghirah semangat sebagaimana motivasi rosul ahlul masjid akan selalu mendapat nuangan allah swt. “Ro’julun qolbuhu muallaqun fil masaajid” . itulah sebabnya takmir masjid selalu mendorong civitas akademika  dosen,karyawan dan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan di masjid kampus, hal ini terbukti dengan predikat yang disandang sebagai masjid yang memiliki jamaah sholat 5 waktu yang relatif banyak,terlebih ketika hari-hari efektif akademik maka kewajiban berjama’ah bagi civitas akademika mutlak di laksanakan di Masjid Kampus Ainul Yaqin UNISMA, kalo bukan kita (civitas akademika) siapa lagi yang akan memakmurkan masjid kampus.

Perlu diketahui bahwa demi untuk mengembangkan Masjid kampus UNISMA Pengurus takmir melakukan studi banding ke masjid-masjid di indonesia yang memiliki keunggulan masing-masing seperti Masjid Jogokariyan yaitu masjid perkampungan yang memiliki manajemen yang sangat baik sehingga terkenal dengan semboyan masjid yang mampu mengembalikan kerinduan para jammah kepada masjid seperti masa hidupnya Rosulullah SAW hal ini terbukti dengan predikat yang di sandang sebagai masjid yang memiliki jamaah sholat subuh yang selalu penuh, begitu juga Masjid Ulil Albab adalah masjid yang terletak diperguruan tinggi swasta di Yogjakarta yaitu Universitas Islam Indonesia. Masjid ini terkenal dengan semboyan “Ulil Albab cahaya UII”. Pada masjid ini, salah satu manajemen yang unik adalah pemberdayaan para mahasiswa dalam melaksanakan pengelolalaan masjid yang 90 % ditangani oleh para mahasiswa yang tergabung dalam struktur kepengurusan takmir Masjid Ulil Albab UII Yogjakarta.

Adapun kunjungan dua masjid yang berikutnya adalah Masjid Al-Furqon UPI Bandung adalah masjid kampus yang terletak di PTN Negeri  yang mengfungsikan masjid sebagai lab pembinaan karakter para mahasiswa yang disebut dengan Islamic tutorial center. Selanjutnya, Masjid Raya Baiturrahman Kota Bandung dipilih menjadi sasaran kunjungan tim studi banding menggantikan Masjid Al-Hurriyyah dikarenakan Masjid Al-Hurriyah memiliki karaktristik dan peta dakwah yang sama dengan Masjid Al-Furqon UPI Bandung dan faktor peradaban Masjid Kampus Ainul Yaqin belajar dari masjiid-masjid terbaik di indonesia.

Dan dilihat dari sisi lain, Masjid Kampus Ainul Yaqin berusaha selalu mewujudkan dedikasinya berkidmat untuk umat sebagaimana program-program sudah berjalan,bahkan menjadi program wajib dan rutin yang diawali dengan Jum’at Berkah yaitu program sedekah berupa makanan untuk kaum mustad’afin di lingkungan kota malang yang kita tasharufkan pagi hari dan hidangan kue sehabis jum’atan. Dan juga progam bakti sosial dengan mentasharufkan pakaian baru atau layak pakai,sembako untuk daerah yang masih jauh dari kesejahteraan ekonomi dan kebutuhan hidup. Ini adalah bagian dari menjalankan tradisi Masjid Kampus Ainul Yaqin UNISMA.

Kampus sholawat, seiring Icon Unisma yang dijuluki kampus sholawat karena selalu menghidupkan dan mengkumandangkan sholawat setiap detik,menit,jam di kampus, maka masjid kampus bagian kawah candradimuka berkembangnya sholawat ke seluruh mahasiswa dan syiar masyarakat luas. Oleh karenanya Wajar kiranya SABYAN GAMBUS SHOLAWAT dari jakarta yang di motori Nisa’ Sabyan berkunjung ke masjid kampus untuk membumikan sholawat kepada seluruh ribuan mahasiswa dan bentuk apresiasi UNISMA sebagai garda terdepan dan belakang berkembangnya sholawat di UNISMA.

Maka kami sajikan Visi, Misi dan Tujuan kegiatan Masjid Kampus Ainul Yaqin UNISMA

Visi

“Mewujudkan Masjid Peribadatan, Peradaban, Sebagai Pusat Dakwah, Sosial, Dan Pemberdayaan Umat”

Misi

  1. Menjadikan Masjid Ainul Yaqin sebagai sentral kegiatan keislaman dan sosial di lingkungan UNISMA dan masyarakat luas.
  2. Menjalin hubungan dengan pihak-pihak lain menuju kesinergian dakwah islamiyah di UNISMA dan masyarakat luas.
  3. Membangun suatu sistem pembinaan umat yang mampu menghasilkan cendikiawan muslim yang berakhlakul karimah dan sanggup menghadapi tuntutan dan tantangan perkembangan zaman.
  4. Menjadikan pusat labolatorium pendidikan Agama Islam
  5. Mengembangkan program madrasah Al-Qur’an mahasiswa dan Madrasah Diniyah.
  6. Mewujudkan kesejahteraan    kaum    dhua’fa,    yatim    piatu    melalui     program pemberdayaan umat.

Tujuan

  1. Terjaganya kesucian, kebersihan dan ketertiban masjid sebagai tempat ibadah yang nyaman dan aman.
  2. Meningkatnya kesadaran umat dalam beribadah dan memiliki daya saing tinggi, sejahtera dan berakhlaqul karimah mahasiswa UNISMA.
  3. Meningkatkan ukhuwah islamiyah, basyariah dan hubungan yang harmonis antara civitas akademika UNISMA dan masyarakat.
  4. Berkembangnya kebudayaan dan peradaban Islam para mahasiswa.
  5. Terpeliharanya sarana dan prasarana dengan baik serta pendayagunaannya secara optimal dan berkelanjutan.
  6. Meningkatnya kualitas manajemen pengelolaan masjid yang modern dan Profesional.
  7. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia dewan pelaksana pengelola yang amanah, terlatih, alim, dan professional.
  8. Meningkatnya jejaring kerja sama antara Masjid dengan lembaga

Perbedaan yang menonjol Masjid Kampus Ainul Yaqin dari masjid yang lain adalah Masjid Ainul Yaqin selalu terintegrasi dengan agenda keagamaan kampus, kegiatan keagamaan di kampus mulai dari seminar,road show, PHBI sampai pada Ijab Qobul pernikahan pun selalu dipusatkan di Masjid Kampus Ainul Yaqin, Masjid Ainul Yaqin UNISMA ini tidak hanya milik kampus, jama’ah atau pesantren, akan tetapi milik masyarakat luas, sehingga masyarakat diperkenankan untuk memanfaatkan keberadaan Masjid Ainul Yaqin UNISMA. Secara horinsontal pengurus selalu berusaha mendekatkan Masjid Ainul Yaqin dengan masyarakat melalui program-program sosial kemasyarakatan dan bisa membantu program pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan atau kesenjangan antara lain: bakti sosial & santunan.

Masjid Ainul Yaqin berkapasitas 1500  jama’ah terdiri dari 2 lantai, untuk itu pada tahun 2019 Masjid Ainul Yaqin UNISMA fokus pada pembangunan dan pengembangan  sarana prasarana mengingat masjid tidak bisa menampung jama’ah rutin seperti sholat jum’at, kegiatan rutin kampus, kegiatan mahasiswa dan seiring jumlah mahasiswa baru universitas islam malang yang alhamdulilah semakin tahun semakin bertambah kuantitas dan kualitas mahasiswa dalam beribadah dan dakwah di Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang.

Harapan pengurus takmir Masjid Ainul Yaqin adalah semoga Pengurus bisa Menjalin hubungan atau menjembatani dengan pihak-pihak lain menuju kesinergian dakwah Islamiyah di UNISMA dan masyarakat luas yang Membangun suatu system pembinaan umat yang mampu menghasilkan dan melahirkan generasi generasi cendikiawan muslim yang berakhlakul karimah dan sanggup menghadapi tuntutan dan tantangan perkembangan zaman.

Dan akhirnya semoga seluruh program-program Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya seiring ridho Allah SWT. Aamiin Yaa Mujibassailiin…